ANEMIA

Bulan puasa berarti bulan yang penuh berkah. Dipandang dari sudut kesehatan, puasa (yang benar) dapat meningkatkan tingkat kesehatan seorang muslim. Sudah banyak artikel, literatur dan ceramah yang membuat penjelasan panjang lebar tentang hal tersebut. Puasa, tidak makan, tidak minum disiang hari. Aku pernah membaca komentar seorang bule (yang jelas, dia bukan seorang muslim) yang juga seorang yang cukup berpendidikan yang merasa sangat terkejut dengan ibadah umat Islam yang menjadi rukun Islam yang ketiga ini. Kurang lebih begini : “…bagaimana mungkin seorang bisa bertahan hingga belasan jam tanpa makan dan minum sambil mengerjakan aktivitas sehari-hari…” Bila dipikir secara rasional (orang bule kan cara pikirnya cuma begitu yaaa…) benar juga, bisa anemia dong! Itu artinya seorang muslim yang berpuasa dengan benar itu hebat kan. Karena meski berpuasa namun tidak menderita anemia.

Oh ya, bicara tentang anemia. Tiga hari yang lalu, ada tetangga yang mengalami anemia berat. Penampilan pasien terlihat anemis. Tanda dan gejala anemia adalah : lemas, kurang bahkan tidak bersemangat, mudah lelah bahkan sering mengalami kepala terasa berputar (pusing), konjunctiva mata terlihat pucat. Untuk mengetahui tanda pasti anemia dapat melalui pemeriksaan darah. Darah pasien diambil sebanyak kurang lebih 3 cc dan dimasukkan zat anti bekuan darah (EDTA) seperlunya, biasanya pemeriksaannya tergabung dengan jenis pemeriksaan yang lainnya dan disebut sebagai : Pemeriksaan Darah Lengkap (DL), lalu diperiksa di laboratorium. Proses dapat berlangsung cepat (cito) dan hasilnya segera dapat diketahui.

Namun dalam praktek klinik, ternyata pemeriksaan anemia juga memerlukan pemeriksaan lain yang mendukung kejadian atau penyebab anemia, misalnya adanya pendarahan yang terjadi di dalam organ tubuh dan hal ini dapat diketahui dengan pemeriksaan Hapusan Darah Tepi. (HDT), penyakit Malaria, perdarahan yang terlihat, seperti haemaptoe (batuk berdarah – batuk berdahak bercampur darah berwarna merah segar) atau juga adanya hematemesis (muntah darah, biasanya darah yang keluar berwarna merah gelap kehitaman). Penyebab muntah darah hitam ini dapat merupakan sinyal adanya kerusakan / luka di dalam lambung, luka yang berdarah dan bercampur asam lambung sehingga menyebabkan darah berwarna merah gelap kehitaman. Atau mungkin juga oleh sebab luka di organ yang lainnya.

Setelah melalui pemeriksaan darah, ternyata didapatkan hasil yang positip. Nilai Hb (Haemoglobin) hanya : 6,5 mg%. Nilai ini jauh dibawah normal. Nilai Hb menjadi parameter untuk mengetahui tingkat keparahan anemia seorang. Hb merupakan elemen darah yang bertugas mengikat oksigen dalam darah dan menyalurkannya ke seluruh oragan tubuh yang memerlukannya. Dapat dibayangkan, apa yang terjadi jika organ tubuh kita kekurangan oksigen, lemas! Nilai normal Hb adalah kurang lebih 15 mg%. Namun nilai Hb yang normal ini dapat bervariasi berdasarkan jenis kelamin dan umur.

Akhirnya setelah berkonsultasi dengan dokter, pasien mendapat perawatan dan pengobatan dengan tranfusi darah. Tranfusi darah merupakan cara terbaik, tercepat dan terukur untuk mengatasi masalah anemia.

CARES MAN PRODUCTS

Nowadays, modern lifestyle that is identical with the busyness of daily work makes us have to pay attention to our everyday appearance. Liked it or not, hair will affect your overall appearance. For you guys, here are some important things you should know in the treatment of male hair so you can appear more attractive, and guaranteed the following tips do not require a complicated task to care for your hair.

The first thing you should do is how to choose the right shampoo. You need to use an appropriate shampoo your hair type. Dry hair should use a moisturizer or moisturizing shampoo with hair that looks more normal. Conversely avoid thin or oily hair use a shampoo with moisturizer, because it will make hair more greasy and not easily regulated. So the important thing is you should first have a look at shampoo labels you’ll use, because this time have many choices of shampoo products that match your hair type.

Always use hair conditioner after washing my hair that will create flat hair cuticles, so that cuts your hair will be more clearly visible. In addition, use of hair conditioner also balancing condition – because the shampoo is acidic, while the conditioner is usually alkaline.

Then when you wash your hair, do it in a way massaging your scalp with your fingertips gently. In fact, the men usually just do a quick shampoo with the palm of the hand and also clean it with water in a hurry. Though this scalp massage technique, can stimulate your hair follicles on fertility and help your hair growth. If necessary, use a hair tonic after shampooing also helps increase the fertility of the hair.

If you want to highlight your hair, choose a coloring hair care products are safe and do not choose a color that is too flashy, keep its original color. To cope with dry hair because the chemicals in dyes and sunscreen substances potentially damaging your hair, then use a hair care product recommended by your hairdresser. If you have thick hair and often use a hair dryer, curling irons and flat irons, then you should treat your hair better. Find a place to buy curling irons and flat irons good quality because it can provide a more secure and satisfying.

For those who use hair products (gel, wax, hair dye, etc.), be sure to use safe hair care products. Don’t be influenced by lower prices, especially at this time many counterfeit products circulating in the market that will only make you regret later. And don’t forget to spruce up your face. As a man, shave his mustache, beard and sideburns on a regular basis can give the impression of the net. If your hair grow too thick, then you should buy an electric men’s grooming products because it is more practical and fast.

REDENOMINASI DAN MARTABAT RUPIAH

Ada kabar terbaru yang sangat menarik dan menggelitik pikiranku untuk di bagi dalam tulisan kali ini. Bank Indonesia sebagai otoritas moneter dan finansial di Indonesia mempunyai rencana untuk melakukan redenominasi (susah lho klo membacanya cepat…) Maksudnya melakukan denominasi uang rupiah yang katanya tidak begitu baik prestise-nya dengan nilai tukar dolar. Nah ini apalagi…?

Denominasi uang rupiah kita yang ada selama ini, dapat kita lihat mulai yang terendah: pecahan dua ribuan hingga yang tertinggi: seratus ribuan (di luar pecahan koin). Nah, nilai uang kita itu bila ditukar dengan uang dolar USA (sebagai mata uang standar dunia) maka nilainya jadi besar sekali, 9 ribu hingga 10 ribuan untuk 1 dollar-nya. Bayangkan saja, jika nilai 9 ribu itu merupakan dollar USA, wiihh, nilainya sangat besar kan. Bisa beli mobil kali…Sementara untuk nilai rupiah, nilai 9 ribu itu biasa-biasa saja, maksudnya cuma bisa beli mobil anak kecil gitu lho. Jadi, dengan perbedaan denominasi yang ada semacam itu, menimbulkan rasa ‘tak nyaman’ pada kalangan bisnis dan pemerintahan. Hal ini juga berkaitan dengan nilai prestise atau bahasa budayanya, martabat bangsa di mata internasional.

Untuk itulah perlu dilakukan redenominasi rupiah. Ini berbeda dengan sanering yang pernah diberlakukan pada zaman baheula. Redenominasi hanya mengalihkan angka-angka denominasi rupiah menjadi lebih singkat/kecil namun mempunyai nilai yang sama dengan denominasi rupiah yang berlaku saat ini. Maksudnya begini : Jika kita membeli sepotong pisang goreng seharga seribu rupiah, maka kita juga dapat membeli pisang goreng tersebut dengan harga satu rupiah (dengan memakai uang pecahan redenominasi baru) Ini berlaku dengan asumsi bahwa seribu rupiah diredenominasi menjadi satu rupiah. Mungkin saja nanti berubah dari Rp. 5000,- menjadi Rp. 1,-, atau yang lainnya. Jadi, hanya cara ‘menyebutnya’ saja yang berbeda, namun nilai uang itu sendiri tidak berubah. Bergunakah ini….?

Buat kita masyarakat biasa, mungkin saja tak merasakan kegunaan ini secara langsung dan cepat. Tapi untuk skala bisnis dan perdagangan yang bersifat global saat ini, hal ini dapat mengangkat ‘harkat dan martabat’ rupiah dalam kancah keuangan dan bisnis dunia. Bayangkan saja, kita bisa mendengar, misalnya saja nilai tukar rupiah dengan dolar Amerika : US$ 1 = Rp. 1.3,-. Hal ini terdengar ‘bergengsi’ dan ‘valuable’ di mata dunia dibandingkan nilai denominasi yang ada sekarang. Kalau dulu kita harus membawa lembaran uang kertas dengan bergepok hingga tak muat dalam dompet, lantas dengan redenominasi, dompet kita bisa tampil langsing dan nyaman dimasukkan di saku belakang celana.

How about your think it…?