FIRST TIME : MENUKARKAN UANG DI BANK INDONESIA

Kemarin dapat bayaran untuk honor homecare yang kukerjakan. Lumayan juga buat menebalkan dompetku yang memang sudah kempes.

Namun alangkah kagetnya aku saat membayar dengan uang kudapat itu di toko. Pemilik toko dengan kata-kata yang membesarkan hatiku menolak uang kertas seratus ribu-an itu. Sambil menyarankan aku untuk menukarkan uang kertas yang gambarnya sudah tergores itu ke Bank Indonesia cabang Samarinda. Untunglah sang pemilik toko yang memang sudah kenal dengan aku karena sering berbelanja di tokonya. Ufh, tak enak hati juga rasanya.

Pagi tadi dengan membawa uang yang “ditolak” itu ke Bank Indonesia cabang Samarinda. Setelah tanya sebentar dengan karyawan Bank indonesia yang berada di luar gedung aku menuju lantai 2 gedung tempat penukaran uang. Untung saja, hanya ada tiga orang dengan aku pada saat antri.

Tanpa basa-basi lagi, karyawan yang melayani langsung mengganti uang dengan selembar kertas seratus ribu-an yang baru setelah men-scan uang yang kuberikan. Mudah yaa…?

Seumur-umur aku belum pernah mengalami hal ini. Yang pernah kulihat dan kuperhatikan hanya pada saat menjelang Hari Raya Idul Fitri saja, gedung Bank Indonesia ini memang selalu ramai orang untuk menukarkan uang dengan pecahan yang lebih kecil. Antriannya sampai di luar gedung. Seperti orang lagi demo saja layaknya.

Padahal sebelumnya aku berpikir, mungkin prosesnya akan berbelit-belit dan memakan waktu plus wawancara segala. Soalnya ini soal uang yang selalu saja repot untuk mengurusnya. Mengapa uangnya bisa cacat begitu…? Dapat darimana uang cacat itu…? Dan seabreg pikiran-pikiran yang membuatku jadi ragu untuk menukarkannya. Ternyata, alhamdulillah….tak sampai satu menit!

One Response to “FIRST TIME : MENUKARKAN UANG DI BANK INDONESIA”

  1. kang dadang says:

    untuk menukar uang yg rusak tersebut di bank swasta jg bisa mas.

Leave a Response