MENABUNG ATAU REKSADANA…?
Hello semua…
Apa khabarnya di hari Senin kali ini….?
I Love Monday….
Sudahkah anda menabung hari ini…? Sudah banyakkah tabungan kalian hari ini…? (hitung dulu deh…how about at paypal too…???). Ayo Ke Bank…! Ngapain…? Manyun…he…he..he…
Coba kalian perhatikan di hampir setiap gedung Bank di Indonesia selalu ada ada ajakan berupa umbul-umbul ajakan untuk menabung. Ngapain…? Up to you laah…
Aku paling tidak setuju dengan ajakan ‘katrok‘ itu…atau karena mungkin aku orang anti bank…nggak lah! Ajakan itu terlalu membodohi masyarakat kita, atau memang masyarakat kita memang senang di bodohi…? What ever said…!
Menabung dalam pikiran kita, pasti sejak Sekolah Dasar sudah ditanamkan sebagai ‘hemat pangkal kaya’, kita akan mendapatkan keuntungan berupa bunga atas nilai tabungan kita. Benar khan..? Tapi tahukah, bahwa pihak Bank saat sekarang ini, semua Bank, telah memperlakukan perbedaan tingkat volume bunga untuk setiap nilai tabungan pada kisaran tertentu.
Nilai tabungan di bawah 5 juta rupiah hanya akan mendapatkan bunga sekitar 1,5 % saja! Itu belum dipotong pajak dan administrasi bank per-bulannya. Secara hitung kasar praktis, karena aku bukan orang ekonomi, bisa diambil kesimpulan bahwa dengan tabungan sebesar maksimal 5 juta rupiah pasti akan nombok! Atau nilai tabungan kita akan berkurang setiap bulannya tanpa ada transaksi apapun. Bahkan untuk Bank yang berkaliber besar, semakin besar potongan yang dikenakan untuk biaya administarasinya.
Dalam hitungan Bank, memang tabungan bernilai maksimal 5 juta rupiah merupakan nilai kecil dan unstable alias bisa sewaktu-waktu ditarik penabung. Beda dengan deposito yang berjangka hingga pihak Bank bisa memperhitungkan keuntungan yang didapat apabila disalurkan dalam bentuk kredit ke pihak ketiga. Karena nilai bunga (dalam persen) kredit pastinya jauh lebih besar daripada nilai deposito apalagi tabungan.
Kan ada hadiahnya..? That’s gambling! Bermimpilah untuk mandi hujan uang….
Kasarnya lagi, tentunya pihak Bank berusaha untuk mendapat keuntungan dengan memberikan bunga tabungan sebesar 1,5% dan bunga kredit pihak ketiga sebesar (yang ada sekarang) sekitar 12,5% – 14,5%. Jauh khan…?
Jadi kalau punya uang maksimal 5 juta rupiah saja mending di tabung di celengan atau di bawah bantal deh…atau kalau memang mau berniat untuk menyimpan plus mendapatkan keuntungan passive income, kenapa tidak mencoba dengan produk keuangan non bank, misalnya Reksadana dan Saham.
Reksadana merupakan pilihan sederhana yang aman dan menguntungkan meskipun tidak sebesar saham. Namun resikonya jauh lebih kecil. Banyak sudah broker terpercaya, biasanya bergandengan dengan pihak Bank, yang memperlakukan peraturan kepemilikan Reksadana dengan mudah dan modal kecil.
Bagaimana…?
Masih tertarik untuk menabung agar mendapatkan keuntungan..?Atau ada saran lain…?
Did You Know…?
“Jadikan Bank sebagai perantara untuk transaksi bisnis yang dijalankan, itu jauh lebih aman dan bijaksana”

salam kenal buat pemilik blogsekedar berbagi, kebetulan saya ikutan di portalreksadana dan banyak informasi menarik terkait reksadana.lalu akibat keisengan saya terhadap excel, saya coba2 bikin spreadsheet untuk simulasi reksadana untuk perencanaan pendidikan anak.Jadi ijinkan saya berbagi link komen saya di portalreksadana:http://portalreksadana.com/node/214#comment-7264trus kalo mau langsung download spreadsheet excel saya ada di:http://www.ziddu.com/download/8875032/SkoLaPlanV10rev0803.xls.htmlBegitu aja dulu dhe…Salam sukses buat pemilik blog WassZhoi