ASURANSI (DALAM PERSFEKTIPKU)

Apa yang terlintas di benak kita saat di tawari produk / polis asuransi? Berbagai jawaban unik dan subjektif akan menjadi jawabannya. Dari sekedar tidak tertarik hingga rumitnya pencairan klaim polis asuransi akan menjadi alasan singkat.

Produk asuransi bagi masyarakat Indonesia umumnya sulit untuk diterima secara familiar. Kesulitan ini berasal dari banyaknya kasus asuransi yang didengar dan publikasi melalui media massa sehingga menimbulkan apriori terhadap berbagai hal yang berbau asuransi.

Hal ini dikaitkan dengan risk factor yang mungkin timbul pada pemegang asuransi dan dihadapkan dengan rumitnya (baca : berbelitnya) administrasi yang harus di jalani oleh pemegang polis atau ahli waris pada saat pencairan / klaim polis asuransi.

Kenapa hal tersebut bisa terjadi? Bukankah pihak asuransi melalui agen mereka telah memberikan penjelasan mengenai produk asuransi? Bahkan pendekatan secara personal sering kita lihat di masyarakat. Penguasaan pengetahuan antara masyarakat sebagai konsumen asuransi dengan penanggung atau perusahaan asuransi tidak seimbang.

Hal ini terjadi karena perusahaan asuransi kurang menjelaskan isi polis secara detail dan cenderung menyembunyikan hal-hal yang dianggap bisa membuat nasabah tidak jadi membeli polis. 

Misalnya, tidak mencantumkan secara tegas kewajiban pembayaran pajak yang harus ditanggung oleh tertanggung atau ahli waris

Pencairan klaim asuransi juga terkesan berbelit-belit. Perusahaan asuransi kerap meminta persyaratan yang sebenarnya di luar perjanjian dan tidak masuk akal. Mengenai hal ini, konsumen asuransi berada dalam posisi yang lemah. Dalam ranah hukum kini, tentu sulit sekali mencari bantuan hukum yang pasti dan ditambah ketidakmampuan secara finansial.

Asuransi penting meskipun bukan sebagai kebutuhan primer. Asuransi merupakan produk kebersamaan antara dua pihak yang saling menjaga rasa kepercayaan. Melakukan proteksi kehidupan pada lembaga yang terpercaya bisa menjadikan hidup kita lebih nyaman. Bukankah lebih baik sedia payung sebelum hujan…? Saat ini, tercatat 32 juta pemegang polis individu asuransi di Indonesia. kalau dibandingkan dengan jumlah 200-an juta penduduk Indonesia kini, angka ini masih jauh tertinggal.

Hayooo, kita pilih payung yang bagus….!

Solusi menentukan pilihan yang tepat dalam berasuransi sangat tergantung dengan kebutuhan kita karena banyak pilihan yang ditawarkan pihak asuransi. Selain itu kualitas dan nama baik perusahaan asuransi, bisa menjadi salah satu pertimbangan.

Usia 97 tahun untuk AJB Bumiputera 1912 merupakan modal utama dan kematangan yang sudah teruji dan mampu bertahan hingga kini. Selamat Ulang Tahun dan terus lanjutkan Menjaga Tradisi Kebersamaan.

Gambar Diambil dari: hollywoodoutfits
Referensi : kompas

Leave a Response