SEBUAH PELAJARAN : SABAR
Entahlah, apa yang terbenam di pikiran pasien dan keluarganya itu. Sejak aku datang kerja dan mengontrol infus yang ada hingga hampir aplusan dengan teman dinas malam, kudengar hanya omelan dan sumpah serapah saja yang kudengar. Rasanya kalau mengikuti emosi, maunya kusumpal saja mulut ibu dengan perban luka yang menumpuk di kotak sampah.
Bukan hanya kami saja yang terganggu dengan suara negatip itu, tapi semua pasien yang sekamar dan keluarga pasien lainnya merasakan hal yang sama dengan kami.
“Pak, bisakah saya pindah kamar saja yaa…saya nggak tahan dengan nenek itu dan anaknya….ngomeeel terus…” Begitu keluhan seorang ibu yang menderita Hypertensi yang sekamar dengan si ‘perusak suasana‘ itu. Akh, andai saja ruang perawatan masih ada, mungkin sudah kupindah ke kamar isolasi pasien yang tak sabar itu. Sayangnya, kali ini ruangan sudah sangat penuh. Sangat penuh karena pasien sampai tidur di lorong saja, karena memang tak muat lagi. Oh…!
Seharusnya kesabaran itu bisa kita miliki meski sedikit. Buka pikiran dan perasaan kita untuk orang lain. Bayangkan saja, umur sudah setua itu, rasanya jauh lebih bijaksana bila lebih banyak bersyukur dan berdo’a memohon kesembuhan bukannya malah terus menggerutu dan mengomel hingga mengganggu orang lain.
Sudah puluhan tahun di karuniai Allah SWT kesehatan dan kemampuan untuk menikmati dunia, dan sekarang diberi cobaan berupa sakit. itupun tak terlalu berat dibandingkan beberapa dan banyak pasien yang lainnya.
Sungguh terlalu. Ini menjadi pelajaran buatku pribadi dan mungkin juga buat orang lainnya. Terima Kasih Allah….


[...] Dua tahun, asyik dan merasa nyaman dengan blog berdomain web id merupakan bagian seperti halnya ‘rumah’ yang lain bagiku. Ada kesenangan dan ada kejenuhan yang terkadang aku rasakan. Layaknya sebuah rumah, blog ini juga sudah mengalami beberapa kali berganti suasana (template). Pertama kali mengganti template adalah sewaktu masih di blogspot. Sepertinya lebih mudah dibandingkan wordpress. Namun seiring dengan seringnya Google mengadakan ‘razia’ terhadap blog-blog yang memakai blogspot dan kemudian memvonis dengan membanned bila tak sesuai dengan peraturan yang mereka buat, timbul juga kekhawatiran, jangan-jangan nanti ‘rumah ammadis.web id’ ini juga kena gusur sama Google seperti blog ku yang lain. Akh, pasti manyun dah! Akhirnya, aku harus belajar nge-blog di WordPress. Sempat beberapakali error, hingga harus instal ulang lagi. Ribet juga tapi bisa dipelajari koq…sabar….sabar…. [...]