O D H A
Kehidupan ini terkadang memberikan pelajaran yang sangat berharga dalam sikap dan pandangan hidup kita. Entah disengaja atau tidak, kita, aku pun sering menemukan banyak hal yang membuatku terpekur sejenak lalu istighfar dan untunglah kalau kita masih bisa bersyukur.
Seperti biasanya aku melalui selasar rumah sakit yang begitu panjang itu untuk dapat sampai ke tempat kerjaku. Dan mataku seperti tak percaya sama sekali dengan apa yang baru kulihat. Seseorang yang nampak begitu kurus. Sungguh sangat jauh berbeda dengan penampilan beliau semasa beliau masih aktif memburu para maling dan copet yang berkeliaran di rumah sakit, ataupun sekedar menegor keluarga pasien yang sembarangan menjemur pakaian di pagar rumah sakit. Kali ini pipinya nampak gurat yang jelas.
“Kenapa Pak…? Di rawat di ruang apa…?” sapaku setelah aku yakin mengenali beliau. itulah awalnya aku mulai mendengar langsung cerita dari beliau. Banyak cerita yang beliau paparkan. membuatku terenyuh.
Sejak tahun 2004 yang lalu dia merasakan gejala yang aneh dengan dirinya. Bibir yang selalu sariawan tak kunjung berhenti meski sudah berobat ke internist maupun spesialis kulit. Badan yang mulai kurus ditandai dengan berat badan yang turun sedikit demi sedikit. Batuk-batuk dan sesekali diiringi dengan diare. Semakin tahun semakin parah. Baru, awal tahun 2009 yang lalu di diagnosa menderita HIV positif. Di tempatkan dalam ruangan khusus. Berbulan-bulan, beliau tidak mau kontak dengan orang luar.
Aku tidak banyak tahu tentang kejadian itu. Karena, sepertinya ‘tabu’ membicarakan orang rumah sakit menderita penyakit HIV positif seperti itu. Sambil bercerita, aku melihat beberapa kali dia menghapus air matanya. Nampak penyesalan.
Aku sering bertemu dengan beliau, karena memang satu tempat kerja, bukan hanya di situ, tapi juga di tempat aku biasa berjogging sore. Biasanya dengan celana pendek dan senyum yang khas sekuriti begitulah, saling tegur sapa. Pantesan, lama tidak kulihat beliau di jogging track!



saya risih…ngeri…sedih…apalagi saya jga punya tetangga yg menderita, ibunya bersusah payah menyembunyikan penyakitnya…kasian mereka..kasian org2 yg ditinggalkan
ceritanya bagus sekali sob, sangat menyentuh perasaan dan lubuk hati paling dalam…..
Moga cerita ini menjadi cermin bagi kita dan kelg kita ya…
Terima kasih sudah berbagi.