REKSADANA, PAJAK DAN PILIHAN INVESTASI YANG LAIN?
Sejak aku mengetahui kenapa menabung uang di bank itu merugikan kita sebagai nasabah, maka aku sudah berniat untuk tidak menabung lagi di bank untuk menabung sebagai investasi tapi hanya sebagai tempat persinggahan sementara untuk melakukan pembayaran tertentu, misalnya sewa hosting, hendak bepergian keluar kota ataupun transfer untuk membeli reksadana. Oh iyya, aku lebih menyukai cara investasi melalui reksadana, meskipun tidak begitu fasih tentang hal ini, namun aku sedikit banyak sudah punya gambaran yang lebih baik tentang reksadana. Investasi yang jauh lebih baik dibandingkan dengan menabung. Apalagi saat ini, pilihan untuk melakukan pembelian reksadana lebih bervasriasi dan dengan nominal uang yang lebih sedikit, misalnya minimal Rp. 500 ribu.
Menurut para ahli perencana keuangan, peminat reksadana semakin besar dan investasi di reksadana lebih aman karena pengelolaan investasi diserahkan pada manajer investasi yang dipercaya dan memang ahli dalam bidangnya. Investasi terbaik di reksadana juga dipengaruhi oleh usia kita sebagai investor. Pada saat dewasa muda dan aktif, sekitar umur 30 tahun – 40 tahun, maka pilihan reksadana saham, sebagai investasi jangka panjang di atas 5 tahun merupakan pilihan terbaik. Memang resikonya cukup besar namun keuntungannya yang didapat juga jauh lebih baik.
Namun sayangnya, Pemerintah kita mulai tahun 2011 akan mengenakan pajak sebesar 5% terhadap return / hasil yang didapat dari hasil reksadana market. Dan terus meningkat hingga mencapai pajak normal : 15% pada beberapa tahun berikutnya. Selama ini sebenarnya, reksadana juga sudah terkena pajak, melalui pengelolaan oleh manajer investasi. Nilai itu mungkin terlalu kecil.
Kalau kupikir, apa bedanya dengan tabungan di bank…? Apalagi masyarakat seperti kita yang berinvestasi di reksadana tidak sebesar para pengusaha, tentu saja ini bukan berita baik untuk sistem keuangan untuk masyarakat. Bukan berarti kita tidak suka membayar pajak, hanya saja, kita masyarakat kecil belum begitu merasakan manfaat pajak untuk kemaslahatan hidup kita yang semakin sulit. Apalagi seperti yang kita tahu sendiri, penyelewengan yang terjadi membuat kita berdecak kagum dengan banyaknya angka nol yang di belakang angka dan masuk ke kantong pribadi para mafia. Ufh, sudahlah, mereka yang menanggung dosanya sendiri. Jadi, apakah ada pilihan investasi lain yang lebih menarik…? Entahlah, aku sendiri sudah ambil ancang-ancang untuk menarik segelintir dana yang ada di reksadana. Simpan di bawah bantal….?


masih banyak pilihan investasi lain, di internet aja ada banyak…
kalau gak ada resiko bukan investasi namanya,… jadi harus berani mengambil resiko…