<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" >
	<channel>
		<title>Share For Better &#187; Finansial</title>
		<atom:link href="http://ammadis.web.id/category/finansial/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
		<link>http://ammadis.web.id</link>
		<description></description>
		<lastBuildDate>Sun, 08 Apr 2012 04:24:28 +0000</lastBuildDate>
		<language>en</language>
		<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
		<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
			<title>SISTEM TRADING PINBAR (1)</title>
			<link>http://ammadis.web.id/2011/08/sistem-trading-pinbar-1.html</link>
			<comments>http://ammadis.web.id/2011/08/sistem-trading-pinbar-1.html#comments</comments>
			<pubDate>Sat, 13 Aug 2011 22:09:52 +0000</pubDate>
			<dc:creator>ammadiswebid</dc:creator>
			<category><![CDATA[Finance]]></category>
			<category><![CDATA[Finansial]]></category>
			<category><![CDATA[Forex Tips]]></category>
			<category><![CDATA[Info]]></category>
			<category><![CDATA[Investment]]></category>
			<category><![CDATA[Pinbar]]></category>
			<category><![CDATA[Pinbar trader]]></category>
			<category><![CDATA[Sistem trading]]></category>
			<category><![CDATA[Tips]]></category>
			<category><![CDATA[aiatem trading pinbar]]></category>
			<category><![CDATA[blog pinbar]]></category>
			<category><![CDATA[cara membaca pinbar]]></category>
			<category><![CDATA[forex trading system]]></category>
			<category><![CDATA[mengenali pinbar]]></category>
			<category><![CDATA[pinbar]]></category>
			<category><![CDATA[pinbar tips]]></category>
			<category><![CDATA[serba serbi pinbar]]></category>
			<category><![CDATA[sinyal pinbar]]></category>
			<category><![CDATA[sistem trading forex]]></category>
			<category><![CDATA[sistem trading forex yang menguntungkan]]></category>
			<guid isPermaLink="false">http://ammadis.web.id/?p=267</guid>
			<description><![CDATA[Selamat berpuasa&#8230;.. Setelah berbulan bulan saya bergelut dengan dunia forex, sebuah dunia baru yang memberikan bayangan tentang bisnis online yang dapat mendatangkan uang dengan mudah, aku sudah cukup merasakan bagaimana rasanya mendapatkan kekalahan yang cukup banyak dan kehilangan uang bahkan beberapa kali mc (margin call) untuk akun trading yang real. Namun, kadang bila kupikir sejenak, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat berpuasa&#8230;..</p><p>Setelah berbulan bulan saya bergelut dengan dunia forex, sebuah dunia baru yang memberikan bayangan tentang bisnis online yang dapat mendatangkan uang dengan mudah, aku sudah cukup merasakan bagaimana rasanya mendapatkan kekalahan yang cukup banyak dan kehilangan uang bahkan beberapa kali mc (margin call) untuk akun trading yang real. Namun, kadang bila kupikir sejenak, aku koq ya tidak kapok juga dengan forex, justru membuat aku semakin rajin mencari dan mencari media belajar forex yang efektif dan lebih baik menurutku. Sebuah proses pencarian, yang menurutku saat ini, sangat melelalahkan dan terkadang hanya sekedar membuang buang waktu.</p><p>Berbagai sistem trading pernah aku coba, baik dalam akun demo maupun real. Mula mula terasa cocok karena profit. Lama kelamaan, justru berujung loss juga dan parahnya, aku tak pernah menganalisa penyebab kekalahan ini. Serakah. Mungkin juga. Tapi kadang kupikir, apa memang trader newbie itu selalu serakah&#8230;.wajar saja&#8230;dan kupikir lagi, justru ambil positifnya saja&#8230;serakah itu membuat kita semangat untuk membuat sesuatu menjadi lebih banyak dan lebih baik. Tapi&#8230;terserahlah bagaimana menurut masing masing orang&#8230;.</p><p>Beberapa sistem trading forex terbaik, katanya, sudah aku coba. Dan akhirnya di bulan puasa ini aku seolah baru tersadar sendiri, sistem trading macam mana pula yang aku inginkan. Selama ini aku selalu gonta ganti sistem trading forex dan belum merasakan &#8216;feel&#8217; yang nyaman selama trading. Bukan soal lebih banyak profit atau lebih sedikit loss nya&#8230;hanya saja aku belum merasakan lebih nyaman saat trading dengan gaya yang aku pakai. Dan akhirnya aku kembali pada sistem trading &#8216;price action&#8217;. Dari sebuah blog trader Australia (Nial Fuller : <em>http://www.learntotradethemarket.com/</em>) aku mendapatkan ilmu lebih banyak tentang Strategi Forex Dengan Pinbar. Dari blog tersebut, Pinbar dapat memberikan sinyal yang lebih baik pada TF 4H dan Daily. Dan dari forum forexfactory.com, aku mendapati bahwa pinbar yang menjadi bagian Price action tergabung dengan CandleStick Pattern dapat pula di temukan berhasil baik pada TF 1H dan TF 15M dan TF 30M. Dan banyak trader pinbar yang memberikan rekomendasi untuk menggunakan sistem trading pinBar ini pada TF 4H dan Daily.</p><p><center><iframe src="http://www.youtube.com/embed/_1KUWGS0xKk" frameborder="0" width="560" height="349"></iframe></center>Dulu, aku pernah juga memakai sistem trading pinbar ini, namun aku belum puas, karena sinyal yang diberikan terbilang cukup lambat, akhirnya aku terus melanglang buana mencari sistem trading forex yang profitable lainnya. Inti dari sistem trading PinBar ini adalah kesabaran dan multipair. Kita dapat menjadi <em>pinbar hunter</em> dari seluruh pair yang ada, meskipun spred pair yang cukup besar karena take profit (tp) yang diambil cukup besar, apalagi bila kita memakai TF 4H sebagai patokan entri, dapatnya bisa mencapai ratusan pips. Luar biasa khan&#8230;.</p><p>Untuk memakai sistem trading pinbar ini, kita dapat mengambil sumber basic entri kita melalui blog Nial Fuller tersebut atau juga dari beberapa forum seperti forexfactory.com., <a href="http://indo.mt5.com/forum.php?referrerid=9804" target="_blank">indo-mt5 forum</a>, fxfisherman.com/forums dan banyak forum lainnya.<br />Untuk gaya trading yang aku pakai, aku biasanya memanfaatkan sistem trading pinbar yang kugabungkan dengan beberapa tools metatradey lainnya yang terbilang cukup akurat dalam mendukung sistem trading pinbar ini.<br />Untuk lebih detailnya, kusambung ke tulisan selanjutnya saja&#8230;.<br />Sementara ini cobalah untuk mempelajari sistem trading pinbar, yang jauh lebih mudah untuk dipelajari dan diaplikasikan dan mencoba untuk bersifat lebih sabar dan tentunya jauh lebih profitable menyakinkan. Yakinlah dengan sistem trading yang price action, jauh lebih real dibandingkan dengan sistem trading yang mengandalkan berbagai macam indikator yang menuh menuhi chart kalian&#8230;.<br />Ini gambaran chart yang kupakai untuk trading&#8230;.</p><p><center><br /><a title="ImageShack - Image And Video Hosting" href="http://imageshack.us/photo/my-images/812/pinbar2.gif/" target="_blank"><img src="http://img812.imageshack.us/img812/7043/pinbar2.gif" alt="" border="0" /></a></center>Uploaded with <a href="http://imageshack.us" target="_blank">ImageShack.us</a><br />Salam share for better&#8230;.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ammadis.web.id/2011/08/sistem-trading-pinbar-1.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
			<title>SISTEM TRADING TANPA EMOSI</title>
			<link>http://ammadis.web.id/2011/05/sistem-trading-tanpa-emosi.html</link>
			<comments>http://ammadis.web.id/2011/05/sistem-trading-tanpa-emosi.html#comments</comments>
			<pubDate>Fri, 13 May 2011 08:40:24 +0000</pubDate>
			<dc:creator>ammadiswebid</dc:creator>
			<category><![CDATA[Education]]></category>
			<category><![CDATA[Extravaganza]]></category>
			<category><![CDATA[Finance]]></category>
			<category><![CDATA[Finansial]]></category>
			<category><![CDATA[Forex Tips]]></category>
			<category><![CDATA[Info]]></category>
			<category><![CDATA[Investment]]></category>
			<category><![CDATA[Life]]></category>
			<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
			<category><![CDATA[Online Forex Trading]]></category>
			<category><![CDATA[Pasar Modal]]></category>
			<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
			<category><![CDATA[Saham]]></category>
			<category><![CDATA[Share]]></category>
			<category><![CDATA[Tips]]></category>
			<category><![CDATA[manajemen emosi trading]]></category>
			<category><![CDATA[manajemen trading forex]]></category>
			<category><![CDATA[online trading]]></category>
			<category><![CDATA[psikologi trading]]></category>
			<category><![CDATA[trading forex tanpa emosi]]></category>
			<guid isPermaLink="false">http://ammadis.web.id/?p=244</guid>
			<description><![CDATA[Akhirnya updet juga&#8230; Kali ini hasil copas dari monexnews.com. Semoga bermanfaat buat teman-teman yang sedang mencari cara berinvestasi yang baik, terutama berkaitan dengan psikologi trading forex dan saham&#8230;. Sistem trading yang menguntungkan dan konsisten, banyak yang beranggapan sangat sulit untuk disusun. Sebetulnya Anda tidak harus menyusun sistem trading dengan serumit dan sesulit itu, sebab mayoritas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ammadis.web.id/wp-content/uploads/2011/05/emosi-forex.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-245" title="emosi forex" src="http://ammadis.web.id/wp-content/uploads/2011/05/emosi-forex-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Akhirnya updet juga&#8230;<br />Kali ini hasil copas dari monexnews.com.<br />Semoga bermanfaat buat teman-teman yang sedang mencari cara berinvestasi yang baik, terutama berkaitan dengan psikologi trading forex dan saham&#8230;.</p><p>Sistem trading yang menguntungkan dan konsisten, banyak yang beranggapan sangat sulit untuk disusun. Sebetulnya Anda tidak harus menyusun sistem trading dengan serumit dan sesulit itu, sebab mayoritas trader yang berakhir rugi dalam trading bukan dikarenakan sistem trading mereka yang buruk, namun diakibatkan oleh emosi dan sikap tidak disiplin dengan peraturan yang sudah di tentukan. Dalam bisnis trading, jika emosi menjadi pengendali, Anda pasti akan gagal. Sehingga Anda juga memerlukan mindset sistem trading yang kuat dengan trading plan yang juga kuat.</p><p>Jika diringkas, sistem trading di bawah ini adalah alasan utama yang menyebabkan kegagalan dalam trading:</p><p>Salah menempatkan modal (tidak sesuai dengan produknya)<br />Kurang disiplin dan tidak ada trading plan<br />Tidak mempelajari pasar<br />Melakukan analisa/interpretasi yang kurang tepat<br />Mengejar pasar (masuk posisi walupun kriterianya belum memenuhi).<br />Tidak mau menerima kerugian (posisi ditahan tanpa menggunakan stop loss)</p><p>Untuk sistem trading tanpa emosi, ada empat tips yang sangat mudah yang akan membedakan antara pemenang dan pecundang;</p><p><strong>1. Menyusun Trading Plan</strong></p><p>Memiliki sebuah sistem trading plan dan dikuti supaya Anda mengetahui kapan untuk mengambil posisi dan kapan tidak mengambilnya. sistem trading ini sering dilupakan ketika sedang berada dalam kondisi profit.</p><p>Dalam sistem trading, Anda harus ambil posisi sesusai trading plan Anda dan bukan sesuai keaadan sekarang. Anda tidak akan mengetahui bahwa sistem trading akan berjalan baik atau buruk jika strategi tidak dijalankan secara konsisten dan alasan sistem trading terus diubah. Sering sekali trader tidak mengikuti sistem trading plan ketika sedang mengalami kerugian, padahal saat tersebut adalah saat-saat kritis dan paling menentukan bagi berkembangnya kemampuan sistem trading ke depan.</p><p><strong>2. Sistem Trading; Simple dan Fleksibel</strong></p><p>Trader yang berhasil adalah trader yang sudah menerima bahwa tidak ada sistem trading yang akan berjalan baik selama lamanya. Walaupun trader yang berhasil sangat percaya terhadap sistem trading indikator teknikalnya, namun mereka juga menyadari bahwa terdapat banyak faktor lain yang mempengaruhi performanya.</p><p>Karena hal inilah mereka selalu membuka pikiran dan mencari ide baru, belajar dari pengalaman dan akan melakukan trial and error agar ketika sistem trading dievaluasi (pada periode tertentu), mereka dapat memperbaiki sistemnya atau mengubah metodologi sesuai keadan pasar dengan risk to reward yang menarik. Untuk menjadi trader yang sukses, Anda harus mengerti bagaimana sistem trading bereaksi pada saat pasar berubah dan ini akan selalu terjadi.</p><p><strong>3. Fokus untuk menjadi konsisten<br /></strong><br />Trader yang sudah berhasil lebih mementingkan sikap konsisten dibanding profit yang langsung atau cepat.<br />Jika Anda hanya beruntung pada satu transaksi dan memperoleh profit darinya, Anda masih belum memiliki strategi/ sistem trading yang baik dan Anda belum tentu akan bisa memperoleh profit yang konsisten untuk jangka waktu lama.</p><p><strong>4. Take Action</strong></p><p>Trader yang sukses akan selalu mengambil tindakan. Aktivitas trading mereka tidak akan terpengaruhi oleh rasa takut. Sebagai contoh, mereka tidak akan menahan posisi yang merugikan (yang tidak sesuai dengan rencana trading) sambil berharap bahwa posisi tersebut akan berbalik menjadi posisi yang menguntungkan. Mereka juga tidak akan terburu-buru panik dalam mengambil tindakan yang tidak sesuai rencana sistem trading.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ammadis.web.id/2011/05/sistem-trading-tanpa-emosi.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
			<title>DOMAIN BLOG, HOSTING DAN TRAFFIK BLOG</title>
			<link>http://ammadis.web.id/2011/03/domain-blog-hosting-dan-traffik-blog.html</link>
			<comments>http://ammadis.web.id/2011/03/domain-blog-hosting-dan-traffik-blog.html#comments</comments>
			<pubDate>Thu, 31 Mar 2011 07:27:20 +0000</pubDate>
			<dc:creator>ammadiswebid</dc:creator>
			<category><![CDATA[Blog]]></category>
			<category><![CDATA[Diari]]></category>
			<category><![CDATA[facebook]]></category>
			<category><![CDATA[Finansial]]></category>
			<category><![CDATA[Info]]></category>
			<category><![CDATA[Internet]]></category>
			<category><![CDATA[Tips]]></category>
			<category><![CDATA[bca]]></category>
			<category><![CDATA[blog]]></category>
			<category><![CDATA[cheap domain]]></category>
			<category><![CDATA[domain murah]]></category>
			<category><![CDATA[domain web id]]></category>
			<category><![CDATA[fb]]></category>
			<category><![CDATA[forex dengan modal kecil]]></category>
			<category><![CDATA[google]]></category>
			<category><![CDATA[mandiri]]></category>
			<category><![CDATA[twitter]]></category>
			<category><![CDATA[youtube]]></category>
			<guid isPermaLink="false">http://ammadis.web.id/?p=226</guid>
			<description><![CDATA[Dunia ngeblog itu luas sekali. Begitu yang aku rasakan. Bisa bergentayangan sampai ke Pakistan atau ke Amerika Serikat atau juga ke wadah tetangga sebelah hanya modal internet. Memang, sensasinya tak seperti halnya kejadian yang riil, namun informasi yang didapat dan kepuasan bertegur sapa, rasanya sudah cukuplah untuk ber-happy fun- ria sambil bermain forex dengan modal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ammadis.web.id/wp-content/uploads/2011/03/domain.jpg"><img src="http://ammadis.web.id/wp-content/uploads/2011/03/domain-150x150.jpg" alt="" title="domain" width="150" height="150" class="alignleft size-thumbnail wp-image-231" /></a>Dunia ngeblog itu luas sekali. Begitu yang aku rasakan. Bisa bergentayangan sampai ke Pakistan atau ke Amerika Serikat atau juga ke wadah tetangga sebelah hanya modal internet. Memang, sensasinya tak seperti halnya kejadian yang riil, namun informasi yang didapat dan kepuasan bertegur sapa, rasanya sudah cukuplah untuk ber-happy fun- ria sambil <a href="http://ind.fxclearing.com/ib/617 ">bermain<em> forex</em></a> dengan modal kecil dan mencari berita menarik seputar kisruh <em>pssi</em>, <em>isu jackie chan meninggal dunia</em>, <em>facebook</em>-an dan sekedar melihat beberapa video yang lagi populer di <em>youtube</em>.</p><p>Pagi tadi, aku kembali memperpanjang masa sewa domain blog ini. Harga sewanya terbilang paling murah dibandingkan dengan nama domain yang ada, cuma Rp.25.000/ tahun. Hostingnya masih dalam negeri punya. Sehingga urusan memperpanjang dan lain sebagainya mudah dilakukan dengan melakukan transfer via ATM BCA atau Mandiri. Lumayan, blog ini mempunyai traffik yang tidak begitu besar, hal ini berkaitan dengan kemampuan hosting yang aku sewa. Pernah juga aku berpikir, alangkah nyamannya melihat blog yang mempunyai traffik yang tinggi (hal ini dapat dilihat pada ranking alexa yang semakin mengecil) bahkan beberapa blog ada yang mencapai hingga puluhan ribu saja, namun jujur saja, aku merasa <a href="http://ammadis.web.id/2010/09/diary-pekerjaanku.html">bersyukur</a> sekali dengan kemampuanku yang ada, keberadaan blog ini justru membuat aku merasa nyaman tanpa harus merasa khawatir dengan limited bandwith karena traffik blog yang tinggi. </p><p>Google, Blogspot, Twitter, Yahoo, WordPress maupun Facebook merupakan contoh keberhasilan sebuah website yang luar biasa. Hampir di seluruh dunia orang mengakses situs mereka, dan hampir dalam waktu yang bersamaan tanpa henti selama 24 jam dan server mereka mampu untuk menampung dan mengakomodasi kebutuhan bandwith yang ada. Sungguh luar biasa&#8230;Sebesar apa kemampuan server mereka itu yaa&#8230;???</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ammadis.web.id/2011/03/domain-blog-hosting-dan-traffik-blog.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
			<title>PERJALANAN MENGIKUTI SEKOLAH PASAR MODAL (2)</title>
			<link>http://ammadis.web.id/2010/11/perjalanan-mengikuti-sekolah-pasar-modal-2.html</link>
			<comments>http://ammadis.web.id/2010/11/perjalanan-mengikuti-sekolah-pasar-modal-2.html#comments</comments>
			<pubDate>Sun, 21 Nov 2010 15:46:31 +0000</pubDate>
			<dc:creator>ammadiswebid</dc:creator>
			<category><![CDATA[Education]]></category>
			<category><![CDATA[Finansial]]></category>
			<category><![CDATA[Info]]></category>
			<category><![CDATA[Pasar Modal]]></category>
			<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
			<category><![CDATA[Saham]]></category>
			<category><![CDATA[cara bermain saham]]></category>
			<category><![CDATA[hotel kayun surabaya]]></category>
			<category><![CDATA[hotel murah di surabaya]]></category>
			<category><![CDATA[idx surabaya]]></category>
			<category><![CDATA[kijang juanda]]></category>
			<category><![CDATA[sekolah gratis]]></category>
			<category><![CDATA[sekolah pasar modal]]></category>
			<category><![CDATA[sekolah pasar modal gratis]]></category>
			<category><![CDATA[sekolah pasar modal surabaya]]></category>
			<category><![CDATA[sparkling hotel]]></category>
			<category><![CDATA[taksi juanda surabaya]]></category>
			<guid isPermaLink="false">http://ammadis.web.id/?p=184</guid>
			<description><![CDATA[Setelah sampai di Bandara Juanda, menjelang sore hari. Waah, cuaca panas Surabaya membuatku merasa gerah sekali. Perutku masih terasa discomfort sambil mengawasi suasana Juanda yang masih begitu ramai. Kali ini aku harus mencari tumpangan dari bandara menuju hotel yang telah kubooking sewaktu masih di Samarinda. Oh ya, tentang hotel, aku punya cerita sendiri tentang hal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah sampai di Bandara Juanda, menjelang sore hari. Waah, cuaca panas Surabaya membuatku merasa gerah sekali. Perutku masih terasa discomfort sambil mengawasi suasana Juanda yang masih begitu ramai. Kali ini aku harus mencari tumpangan dari bandara menuju hotel yang telah kubooking sewaktu masih di Samarinda. Oh ya, tentang hotel, aku punya cerita sendiri tentang hal ini.</p><p>Ternyata untuk mencari tumpangan di bandara Juanda, sama saja dengan yang terjadi di Sepinggan Balikpapan, banyak calo atau juga ada saling lirik antara petugas dengan sopir &#8216;taksi gelap&#8217; yang banyak beredar di sepanjang lobi bandara. Dan baru saja kakiku keluar dari pintu keluar khusus penumpang, aku dikerubuti oleh beberapa orang yang menawarkan jasa tumpangan. Berlagak orang yang sering &#8216;terbang&#8217; aku coba menawar harga yang mereka tawarkan. Lumayan juga, akhirnya dapat dengan harga normal. Menurut beberapa orang di bandara, biasanya normalnya harganya sih Rp.100 ribu. Sayang ya aku tidak melihat atau ada yang menawarkan jasa ojek motor di bandara&#8230;selain murah, aku lebih suka suasana &#8216;terbuka&#8217; yang tidak membuatku mabuk perjalanan.</p><p>Menurut sopir yang mobil kijangnya kupakai itu, Surabaya setelah lebaran Idul Fitri kemaren sampai sekarang terjadi perubahan cuaca panas yang tidak biasa. Jujur saja, aku merasakan panas dan gerah yang cukup berat dibandingkan dengan cuaca di Samarinda. Setelah satu jam lebih perjalanan sampai ke hotel Sparkling di Jalan Kayun. Sebelumnya sang sopir sempat muter dua kali untuk menemukan hotel tergolong melati ini. Alhamdulillah sampai juga. </p><p>Nah, tentang Hotel Sparkling ini. Nama lengkap hotel ini Sparkling Bacpacker Hotel. Kayak nama bule gitu yaa&#8230;tapi kadang ada bule-bule juga yang nginap. Aku dapat rekomendasi hotel ini dari beberapa blogger yang pernah menginap di hotel ini dan memang, sepertinya hanya Sparkling Backpacker Hotel Surabaya saja yang mempunyai banyak iklannya di internet. Padahal, hotel sekelas ini dan tak jauh lokasinya juga ada, cuma sayang, aku tak menemukan iklannya jadi, tahunya ya Sparkling Bacpacker Hotel ini saja. Kalau kalian mencoba mencari hotel yang baik dan murah di Surabaya, maka Sparkling Backpacker dapat jadi pilihan yang smart! Atau cobalah googling dengan keyword : hotel murah, penginapan murah di surabaya atau hotel murah di pusat kota surabaya atau semacamnya lah maka kalian pasti menemukan Sparkling Backpacker Hotel ini. Letaknya pas banget di pusat keramaian. Tinggal jalan kaki, sampai dah ke Surabaya Plaza yang nyambung dengan Delta Plaza. Dan di belakang ada mall khusus IT dan Handphone , Galaxy Mall. Kalau mau ke Tunjungan Plaza, jaraknya lumayan sih, tapi aku pernah iseng jalan kaki sambil lihat-lihat, makan waktu sekitar 15 menit. Mau ke Grand City Surabaya yang baru buka itu : dekat koq, jalan kaki nggak sampai capek. Kalau mau ke Jembatan Merah Plaza, cukup naik angkot dan bayar Rp. 3 ribu. He&#8230;he&#8230;he&#8230;lho koq mau ke mall terus nih&#8230;.</p><p>Oh ya, tarif yang ditawarkan cukup terjangkau : Rp. 105 ribu semalam, plus sarapan. Itu tarif termurahnya, ada juga tarif untuk kamar kelas lainnya. Kupikir kelas termurah itu juga sudah lebih baik. Kita dapat kamar dengan dua bed, bisa gonta ganti bed tiap malam&#8230;he&#8230;he&#8230;he&#8230;Ada AC-nya juga koq! Dan ada dua kamar mandi di luar kamar yang dapat dipakai untuk penghuni di satu lantai hotel. Aku merasa puas dengan layanan dan sikap ramah para kru hotel yang ada. </p><p>Didepan hotel ada beberapa ojek motor yang bisa dipakai. Aku tertarik untuk memakai jasa mereka untuk mencari lokasi tempat belajar Sekolah Pasar Modal yang di selenggarakan di IDX (Indonesia Exchange) Surabaya. Lokasinya mudah dijangkau, tepat berada di samping kantor polisi Tegal Asri. Gedung IDX Surabaya merupakan gedung baru dan aku suka melihat arsitektur dan interior gedung yang nampak elegan dan berkelas. </p><p>Keesokan harinya, kelas basic Sekolah Pasar Modal di IDX Surabaya. Dimulai pada jam 10 pagi dengan sambutan singkat Pak Isma, selaku tuan rumah sekaligus pengajar pada sesi 1. Dan ternyata untuk sesi berikutnyapun Pak Isma juga yang mengisi dari 4 sesi yang ada. Penampilan rapi dan cara bicara dan penyampaian pelajaran yang nyaman dan mudah di cerna. Setelah break makan siang yang porsi jumbo dan hmmm&#8230;makanannya enak lho, pelajaran diisi oleh kalangan praktisi perusahaan sekuritas pendukung sekolah pasar modal. Sesi ini ternyata jauh lebih menarik karena menghadirkan praktisi pialang dan broker saham. Cerita mengenai saham, bermain saham, analisa fundamental, analisa teknikal dan berbagai pengalaman yang berguna merupakan bagian yang sangat menarik untuk seluruh peserta Sekolah Pasar Modal. Hal ini terbukti dari banyaknya feedback dan tanya jawab yang terjadi bahkan harus menambah waktu.   </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ammadis.web.id/2010/11/perjalanan-mengikuti-sekolah-pasar-modal-2.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
			<title>BELAJAR PASAR MODAL</title>
			<link>http://ammadis.web.id/2010/09/belajar-pasar-modal.html</link>
			<comments>http://ammadis.web.id/2010/09/belajar-pasar-modal.html#comments</comments>
			<pubDate>Sun, 19 Sep 2010 21:44:28 +0000</pubDate>
			<dc:creator>ammadiswebid</dc:creator>
			<category><![CDATA[Finansial]]></category>
			<category><![CDATA[Info]]></category>
			<category><![CDATA[Investment]]></category>
			<category><![CDATA[belajar option]]></category>
			<category><![CDATA[belajar pasar modal]]></category>
			<category><![CDATA[belajar saham]]></category>
			<category><![CDATA[sekolah gratis]]></category>
			<category><![CDATA[sekolah pasar modal]]></category>
			<guid isPermaLink="false">http://ammadis.web.id/?p=166</guid>
			<description><![CDATA[Indonesia merupakan salah satu negara berkembang dengan potensi keuangan yang sangat besar. Hal ini bila ditinjau dari banyaknya penduduk Indonesia yang mencapai 200-jutaan lebih. Hal ini juga dikaitkan dengan tingkat konsumsi dan produksi yang dibutuhkan untuk memenuhi pasar sebesar itu. Dari sektor keuangan dan modal, Indonesia masih sedikit memiliki investor yang potensial, padahal pasar Indonesia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Indonesia merupakan salah satu negara berkembang dengan potensi keuangan yang sangat besar. Hal ini bila ditinjau dari banyaknya penduduk Indonesia yang mencapai 200-jutaan lebih. Hal ini juga dikaitkan dengan tingkat konsumsi dan produksi yang dibutuhkan untuk memenuhi pasar sebesar itu. Dari sektor keuangan dan modal, Indonesia masih sedikit memiliki investor yang potensial, padahal pasar Indonesia yang sangat besar memerlukan produksi yang besar pula, dan itu berarti memerlukan dana segar yang siap berkembang melalui investor dalam hal ini, banyak para pengusaha yang memilih pasar modal sebagai alternatif paling cepat dan valid untuk mendapatkan dana segar dari para investor.</p><p>Bursa Efek Indonesia membuka kesempatan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk mengikuti Sekolah Pasar Modal yang diselenggarakan secara gratis. Jarang sekali lho acara finansial itu digelar secara gratis. Di Samarinda saja, dulu aku pernah di ajak teman untuk mengikuti seminar sehari tentang Options Trading (Salah satu instrumen Pasar Modal) di sebuah hotel, dan biaya pendaftarannya saja sampai Rp. 1,5 juta lho! Nah, kali ini para senior Bursa Efek Indonesia telah berbaik hati untuk berbagai ilmu dan pengetahuan berbagai hal tentang pasar modal di Indonesia. </p><p>Sekolah Pasar Modal dapat menjadi solusi bagi kita yang ingin belajar dan serius untuk menjadi investor dan trader di pasar modal Indonesia yang semakin berkembang. Program sekolah gratis ini hanya berlangsung selama satu hari di dua kota saja, yaitu : Jakarta dan Surabaya. Terbagi dalam beberapa gelombang. Peserta pelatihan diharapkan berasal dari para profesional, pengusaha, ibu rumah tangga, kelompok ibu-ibu arisan, akademisi, pensiunan, dan masyarakat umum lainnya, diutamakan yang belum pernah menjadi investor Pasar Modal.</p><p>Untuk informasi lebih lanjut :</p><p>* JAKARTA : http://sekolahpasarmodal.idx.co.id/index.php?hal=register&#038;kota=Jakarta</p><p>* SURABAYA : http://sekolahpasarmodal.idx.co.id/index.php?hal=register&#038;kota=Surabaya</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ammadis.web.id/2010/09/belajar-pasar-modal.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
			<title>REDENOMINASI DAN MARTABAT RUPIAH</title>
			<link>http://ammadis.web.id/2010/08/redenominasi-dan-martabat-rupiah.html</link>
			<comments>http://ammadis.web.id/2010/08/redenominasi-dan-martabat-rupiah.html#comments</comments>
			<pubDate>Mon, 02 Aug 2010 17:38:10 +0000</pubDate>
			<dc:creator>ammadiswebid</dc:creator>
			<category><![CDATA[Finansial]]></category>
			<category><![CDATA[Opini]]></category>
			<category><![CDATA[Share]]></category>
			<category><![CDATA[redenominasi]]></category>
			<category><![CDATA[redenominasi rupiah]]></category>
			<category><![CDATA[sanering]]></category>
			<category><![CDATA[sharing finansial]]]></category>
			<guid isPermaLink="false">http://ammadis.web.id/?p=137</guid>
			<description><![CDATA[Ada kabar terbaru yang sangat menarik dan menggelitik pikiranku untuk di bagi dalam tulisan kali ini. Bank Indonesia sebagai otoritas moneter dan finansial di Indonesia mempunyai rencana untuk melakukan redenominasi (susah lho klo membacanya cepat&#8230;) Maksudnya melakukan denominasi uang rupiah yang katanya tidak begitu baik prestise-nya dengan nilai tukar dolar. Nah ini apalagi&#8230;? Denominasi uang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada kabar terbaru yang sangat menarik dan menggelitik pikiranku untuk di bagi dalam tulisan kali ini. Bank Indonesia sebagai otoritas moneter dan finansial di Indonesia mempunyai rencana untuk melakukan redenominasi (susah lho klo membacanya cepat&#8230;) Maksudnya melakukan denominasi uang rupiah yang katanya tidak begitu baik prestise-nya dengan nilai tukar dolar. Nah ini apalagi&#8230;?</p><p>Denominasi uang rupiah kita yang ada selama ini, dapat kita lihat mulai yang terendah: pecahan dua ribuan hingga yang tertinggi: seratus ribuan (di luar pecahan koin). Nah, nilai uang kita itu bila ditukar dengan uang dolar USA (sebagai mata uang standar dunia) maka nilainya jadi besar sekali, 9 ribu hingga 10 ribuan untuk 1 dollar-nya. Bayangkan saja, jika nilai 9 ribu itu merupakan dollar USA, wiihh, nilainya sangat besar kan. Bisa beli mobil kali&#8230;Sementara untuk nilai rupiah, nilai 9 ribu itu biasa-biasa saja, maksudnya cuma bisa beli mobil anak kecil gitu lho. Jadi, dengan perbedaan denominasi yang ada semacam itu, menimbulkan rasa &#8216;tak nyaman&#8217; pada kalangan bisnis dan pemerintahan. Hal ini juga berkaitan dengan nilai prestise atau bahasa budayanya, martabat bangsa di mata internasional.</p><p>Untuk itulah perlu dilakukan redenominasi rupiah. Ini berbeda dengan sanering yang pernah diberlakukan pada zaman baheula. Redenominasi hanya mengalihkan angka-angka denominasi rupiah menjadi lebih singkat/kecil namun mempunyai nilai yang sama dengan denominasi rupiah yang berlaku saat ini. Maksudnya begini : Jika kita membeli sepotong pisang goreng seharga seribu rupiah, maka kita juga dapat membeli pisang goreng tersebut dengan harga satu rupiah (dengan memakai uang pecahan redenominasi baru) Ini berlaku dengan asumsi bahwa seribu rupiah diredenominasi menjadi satu rupiah. Mungkin saja nanti berubah dari Rp. 5000,- menjadi Rp. 1,-, atau yang lainnya. Jadi, hanya cara &#8216;menyebutnya&#8217; saja yang berbeda, namun nilai uang itu sendiri tidak berubah. Bergunakah ini&#8230;.?</p><p>Buat kita masyarakat biasa, mungkin saja tak merasakan kegunaan ini secara langsung dan cepat. Tapi untuk skala bisnis dan perdagangan yang bersifat global saat ini, hal ini dapat mengangkat &#8216;harkat dan martabat&#8217; rupiah dalam kancah keuangan dan bisnis dunia. Bayangkan saja, kita bisa mendengar, misalnya saja nilai tukar rupiah dengan dolar Amerika : US$ 1 = Rp. 1.3,-. Hal ini terdengar &#8216;bergengsi&#8217; dan &#8216;valuable&#8217; di mata dunia dibandingkan nilai denominasi yang ada sekarang. Kalau dulu kita harus membawa lembaran uang kertas dengan bergepok hingga tak muat dalam dompet, lantas dengan redenominasi, dompet kita bisa tampil langsing dan nyaman dimasukkan di saku belakang celana. </p><p>How about your think it&#8230;?</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ammadis.web.id/2010/08/redenominasi-dan-martabat-rupiah.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
			<title>REKSADANA, PAJAK DAN PILIHAN INVESTASI YANG LAIN?</title>
			<link>http://ammadis.web.id/2010/07/reksadana-pajak-dan-pilihan-investasi-yang-lain.html</link>
			<comments>http://ammadis.web.id/2010/07/reksadana-pajak-dan-pilihan-investasi-yang-lain.html#comments</comments>
			<pubDate>Wed, 07 Jul 2010 15:41:42 +0000</pubDate>
			<dc:creator>ammadiswebid</dc:creator>
			<category><![CDATA[Finansial]]></category>
			<category><![CDATA[Info]]></category>
			<category><![CDATA[Share]]></category>
			<guid isPermaLink="false">http://ammadis.web.id/?p=128</guid>
			<description><![CDATA[Sejak aku mengetahui kenapa menabung uang di bank itu merugikan kita sebagai nasabah, maka aku sudah berniat untuk tidak menabung lagi di bank untuk menabung sebagai investasi tapi hanya sebagai tempat persinggahan sementara untuk melakukan pembayaran tertentu, misalnya sewa hosting, hendak bepergian keluar kota ataupun transfer untuk membeli reksadana. Oh iyya, aku lebih menyukai cara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejak aku mengetahui kenapa menabung uang di bank itu merugikan kita sebagai nasabah, maka aku sudah berniat untuk tidak menabung lagi di bank untuk menabung sebagai investasi tapi hanya sebagai tempat persinggahan sementara untuk melakukan pembayaran tertentu, misalnya sewa hosting, hendak bepergian keluar kota ataupun transfer untuk membeli reksadana. Oh iyya, aku lebih menyukai cara investasi melalui reksadana, meskipun tidak begitu fasih tentang hal ini, namun aku sedikit banyak sudah punya gambaran yang lebih baik tentang reksadana. Investasi yang jauh lebih baik dibandingkan dengan menabung. Apalagi saat ini, pilihan untuk melakukan pembelian reksadana lebih bervasriasi dan dengan nominal uang yang lebih sedikit, misalnya minimal Rp. 500 ribu. </p><p>Menurut para ahli perencana keuangan, peminat reksadana semakin besar dan investasi di reksadana lebih aman karena pengelolaan investasi diserahkan pada manajer investasi yang dipercaya dan memang ahli dalam bidangnya. Investasi terbaik di reksadana juga dipengaruhi oleh usia kita sebagai investor. Pada saat dewasa muda dan aktif, sekitar umur 30 tahun &#8211; 40 tahun, maka pilihan reksadana saham, sebagai investasi jangka panjang di atas 5 tahun merupakan pilihan terbaik. Memang resikonya cukup besar namun keuntungannya yang didapat juga jauh lebih baik. </p><p>Namun sayangnya, Pemerintah kita mulai tahun 2011 akan mengenakan pajak sebesar 5% terhadap return / hasil yang didapat dari hasil reksadana market. Dan terus meningkat hingga mencapai pajak normal : 15% pada beberapa tahun berikutnya. Selama ini sebenarnya, reksadana juga sudah terkena pajak, melalui pengelolaan oleh manajer investasi. Nilai itu mungkin terlalu kecil. </p><p>Kalau kupikir, apa bedanya dengan tabungan di bank&#8230;? Apalagi masyarakat seperti kita yang berinvestasi di reksadana tidak sebesar para pengusaha, tentu saja ini bukan berita baik untuk sistem keuangan untuk masyarakat. Bukan berarti kita tidak suka membayar pajak, hanya saja, kita masyarakat kecil belum begitu merasakan manfaat pajak untuk kemaslahatan hidup kita yang semakin sulit. Apalagi seperti yang kita tahu sendiri, penyelewengan yang terjadi membuat kita berdecak kagum dengan banyaknya angka nol yang di belakang angka dan masuk ke kantong pribadi para mafia. Ufh, sudahlah, mereka yang menanggung dosanya sendiri. Jadi, apakah ada pilihan investasi lain yang lebih menarik&#8230;? Entahlah, aku sendiri sudah ambil ancang-ancang untuk menarik segelintir dana yang ada di reksadana. Simpan di bawah bantal&#8230;.?</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ammadis.web.id/2010/07/reksadana-pajak-dan-pilihan-investasi-yang-lain.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
			<title>BILA MASALAH FINANSIAL MENERPA HIDUP KITA</title>
			<link>http://ammadis.web.id/2010/05/bila-masalah-finansil-menerpa-hidup-kita.html</link>
			<comments>http://ammadis.web.id/2010/05/bila-masalah-finansil-menerpa-hidup-kita.html#comments</comments>
			<pubDate>Mon, 24 May 2010 05:51:58 +0000</pubDate>
			<dc:creator>ammadiswebid</dc:creator>
			<category><![CDATA[Finansial]]></category>
			<category><![CDATA[Life]]></category>
			<category><![CDATA[Share]]></category>
			<category><![CDATA[Tips]]></category>
			<category><![CDATA[financial]]></category>
			<guid isPermaLink="false">http://ammadis.web.id/?p=106</guid>
			<description><![CDATA[Apa yang terpikirkan bila kita mengalami masa-masa sulit keuangan..? Misalnya saja ; bercerai rumah tangga, sakit hingga cacat, kehilangan pekerjaan, bencana alam dan sebagainya. Kesulitan keuangan dapat memunculkan rasa cemas, stress, marah, panik, bahkan menyebabkan kita terpuruk karena pengelolaan uang yang buruk. Maka kita perlu sikap tenang dalam menghadapi masalah tersebut. Memberikan penjelasan keadaan secara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apa yang terpikirkan bila kita mengalami masa-masa sulit keuangan..? Misalnya saja ; bercerai rumah tangga, sakit hingga cacat, kehilangan pekerjaan, bencana alam dan sebagainya. Kesulitan keuangan dapat memunculkan rasa cemas,<a href="http://ammadis.web.id/2010/05/stress-related-with-result-of-blood-check-up.html"> stress</a>, marah, panik, bahkan menyebabkan kita terpuruk karena pengelolaan uang yang buruk. Maka kita perlu sikap tenang dalam menghadapi masalah tersebut. Memberikan penjelasan keadaan secara terbuka kepada semua anggota keluarga. Anak memperoleh penjelasan sesuai dengan tahapan perkembangannya, dengan tujuan untuk membuatnya mengerti tanpa harus terbebani oleh kekhawatiran dan rasa salah berlebihan. Orangtua juga perlu mendengarkan suara anak: kekecewaan, kekhawatiran, dan rasa malu karena kondisi yang berubah. </p><p>Setelah kondisi sulit dapat diterima dengan baik dan dapat bersikap tenang, saatnya untuk menetapkan langkah selanjutnya, yaitu :</p><p>1. Menetapkan skala prioritas kebutuhan rumah tangga. Mulailah dengan kebutuhan rumah tangga sehari-hari : belanja makan dan kebutuhan sembako. Pendidikan anak-anak. Pembelian produk rumah tangga yang dibutuhkan saja dengan harga yang sedikit lebih murah. Abaikan untuk sementara pembelian baju baru, handphone, gadgets yang tidak diperlukan, kurangi biaya hobi selama ini dan sebagainya.<br />2. Hubungan keluarga yang terjalin dengan baik. Ungkapkan kesulitan yang ada dan jujurlah untuk meminta bantuan mereka dengan tekad untuk lebih baik lagi. Hubungan dengan sahabat dan teman, untuk meminta dukungan spirit dan materil jika diperlukan.<br />3. Berpikirlah positif. Ambil hikmah dari kejadian yang ada. Percayalah, Tuhan pasti memberikan yang terbaik. buat hamba nya yang kuat dan mampu bertahan dan mengatasi kesulitan yang ada. 4. Ingatlah anak-anak anda. Mereka dapat mengambil<a href="http://ammadis.web.id/2010/03/contoh-sales-marketing-yang-buruk.html"> contoh </a>dari kemampuan anda untuk menghadapi masalah hidup yang ada. Jadikan anda sebagai contoh real yang terbaik buat mereka. Ajarkanlah sikap sederhana dengan bijaksana, agar dapat menghemat pengeluaran finansial anda sekeluarga. Misalnya membeli barang yang diperlukan saja. Buanglah keinginan untuk berbagai produk hobi dan kesenangan. Kurangi kunjungan ke pusat perbelanjaan dan pesta. </p><p>Semoga bermanfaat!</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ammadis.web.id/2010/05/bila-masalah-finansil-menerpa-hidup-kita.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
			<title>ASURANSI (DALAM PERSFEKTIPKU)</title>
			<link>http://ammadis.web.id/2009/06/asuransi-dalam-persfektipku.html</link>
			<comments>http://ammadis.web.id/2009/06/asuransi-dalam-persfektipku.html#comments</comments>
			<pubDate>Fri, 19 Jun 2009 16:25:00 +0000</pubDate>
			<dc:creator>ammadis</dc:creator>
			<category><![CDATA[Finansial]]></category>
			<category><![CDATA[Share]]></category>
			<guid isPermaLink="false">http://shareforbetter.wordpress.com/2009/06/19/asuransi-dalam-persfektipku</guid>
			<description><![CDATA[Apa yang terlintas di benak kita saat di tawari produk / polis asuransi? Berbagai jawaban unik dan subjektif akan menjadi jawabannya. Dari sekedar tidak tertarik hingga rumitnya pencairan klaim polis asuransi akan menjadi alasan singkat. Produk asuransi bagi masyarakat Indonesia umumnya sulit untuk diterima secara familiar. Kesulitan ini berasal dari banyaknya kasus asuransi yang didengar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://2.bp.blogspot.com/_fR_oUFTjLoQ/Sju2cxSFdWI/AAAAAAAAAaA/jhKazah6XiE/s1600/PAYUNG.jpg" style="clear:left;float:left;margin-bottom:1em;margin-right:1em;"><img border="0" height="123" src="http://2.bp.blogspot.com/_fR_oUFTjLoQ/Sju2cxSFdWI/AAAAAAAAAaA/jhKazah6XiE/s320/PAYUNG.jpg" width="139" /></a>Apa yang terlintas di benak kita saat di tawari produk / polis asuransi? Berbagai jawaban <a href="http://www.ammadis.web.id/2009/06/kasus-email-prita-mulyasari.html">unik</a> dan subjektif akan menjadi jawabannya. Dari sekedar <i>tidak tertarik</i> hingga <i>rumitnya pencairan klaim polis asuransi</i> akan menjadi alasan singkat.</p><p><b>Produk asuransi </b>bagi masyarakat <i>Indonesia</i> umumnya sulit untuk diterima secara <i>familiar</i>. Kesulitan ini berasal dari banyaknya <i><a href="http://www.ammadis.web.id/2009/05/kasus-ketua-kpk-yang-semakin-gurih.html">kasus </a>asuransi </i>yang didengar dan publikasi melalui media massa sehingga menimbulkan <i>apriori</i> terhadap berbagai hal yang berbau asuransi. </p><p>Hal ini dikaitkan dengan<i> <span style="color:#45818e;">risk factor</span></i> yang mungkin timbul pada pemegang asuransi dan dihadapkan dengan rumitnya (baca : berbelitnya) administrasi yang harus di jalani oleh pemegang polis atau ahli waris pada saat pencairan / klaim polis asuransi.</p><p>Kenapa hal tersebut bisa terjadi? Bukankah pihak asuransi melalui agen mereka telah memberikan penjelasan mengenai <a href="http://www.ammadis.web.id/2009/06/pembuat-konten.html">produk </a>asuransi? Bahkan <i>pendekatan secara personal </i>sering kita lihat di masyarakat. Penguasaan <i>pengetahuan</i> antara masyarakat sebagai konsumen asuransi dengan penanggung atau perusahaan asuransi<i><b> tidak seimbang</b></i>.</p><blockquote><p>Hal ini terjadi karena perusahaan asuransi kurang menjelaskan isi polis secara detail dan cenderung menyembunyikan hal-hal yang dianggap bisa membuat nasabah tidak jadi membeli polis.&nbsp;</p></blockquote><p>Misalnya, tidak mencantumkan secara tegas kewajiban pembayaran pajak yang harus ditanggung oleh tertanggung atau ahli waris</p><p>Pencairan klaim asuransi juga terkesan berbelit-belit. Perusahaan asuransi kerap meminta persyaratan yang sebenarnya di luar perjanjian dan tidak masuk akal. Mengenai hal ini, konsumen asuransi berada dalam posisi yang lemah. Dalam <i>ranah</i> hukum kini, tentu sulit sekali mencari bantuan hukum yang pasti dan ditambah ketidakmampuan secara <a href="http://www.ammadis.web.id/2009/04/menabung-atau-reksadana.html">finansial</a>.<div class="fullpost">Asuransi<i><b> penting</b></i> meskipun bukan sebagai <i>kebutuhan primer</i>. Asuransi merupakan <i><b>produk kebersamaan</b></i> antara dua pihak yang saling menjaga rasa kepercayaan. Melakukan proteksi kehidupan pada lembaga yang terpercaya bisa menjadikan hidup kita lebih nyaman. Bukankah lebih baik sedia payung sebelum hujan&#8230;? Saat ini, tercatat <i>32 juta</i> pemegang polis individu asuransi di Indonesia. kalau dibandingkan dengan jumlah 200-an juta penduduk Indonesia kini, angka ini masih jauh tertinggal. </p><p><span style="font-size:large;"><b>Hayooo, kita pilih payung yang bagus&#8230;.!</b></span></p><p><b>Solusi</b> menentukan pilihan yang tepat dalam berasuransi sangat tergantung dengan <i><b>kebutuhan</b></i> kita karena <a href="http://www.ammadis.web.id/2009/04/contreng-yang-bikin-mumet.html">banyak pilihan</a> yang ditawarkan pihak asuransi. Selain itu <i><b>kualitas</b></i> dan<i><b> nama baik perusahaan asuransi</b></i>, bisa menjadi salah satu pertimbangan. </p><p><i>Usia 97 tahun untuk <b>AJB Bumiputera 1912</b> merupakan modal utama dan kematangan yang sudah teruji dan mampu bertahan hingga kini. </i><b>Selamat Ulang Tahun</b><i> dan terus lanjutkan <b>Menjaga Tradisi Kebersamaan. </b></i></p><p><i><span style="font-size:x-small;">Gambar Diambil dari: hollywoodoutfits</span></i><br /><i><span style="font-size:x-small;">Referensi : <a href="http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/06/17/03524634/kinerja.asuransi.jiwa.meningkat..">kompas</a></span></i></div>]]></content:encoded>
				<wfw:commentRss>http://ammadis.web.id/2009/06/asuransi-dalam-persfektipku.html/feed</wfw:commentRss>
				<slash:comments>0</slash:comments>
			</item>
			<item>
				<title>MENABUNG ATAU REKSADANA&#8230;?</title>
				<link>http://ammadis.web.id/2009/04/menabung-atau-reksadana.html</link>
				<comments>http://ammadis.web.id/2009/04/menabung-atau-reksadana.html#comments</comments>
				<pubDate>Tue, 14 Apr 2009 02:37:00 +0000</pubDate>
				<dc:creator>ammadis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Finansial]]></category>
				<guid isPermaLink="false">http://shareforbetter.wordpress.com/2009/04/14/menabung-atau-reksadana</guid>
				<description><![CDATA[Hello semua&#8230;Apa khabarnya di hari Senin kali ini&#8230;.?I Love Monday&#8230;.Sudahkah anda menabung hari ini&#8230;? Sudah banyakkah tabungan kalian hari ini&#8230;? (hitung dulu deh&#8230;how about at paypal too&#8230;???). Ayo Ke Bank&#8230;! Ngapain&#8230;? Manyun&#8230;he&#8230;he..he&#8230; Coba kalian perhatikan di hampir setiap gedung Bank di Indonesia selalu ada ada ajakan berupa umbul-umbul ajakan untuk menabung. Ngapain&#8230;? Up to you [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://4.bp.blogspot.com/_fR_oUFTjLoQ/SeP2D1Nvz5I/AAAAAAAAARs/UUb_1JdgtUI/s1600/menabung2.jpg" style="clear:left;float:left;margin-bottom:1em;margin-right:1em;"><img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_fR_oUFTjLoQ/SeP2D1Nvz5I/AAAAAAAAARs/UUb_1JdgtUI/s320/menabung2.jpg" /></a><a href="http://www.ammadis.web.id/2009/03/hello.html">Hello </a>semua&#8230;<br />Apa khabarnya di hari <i>Senin</i> kali ini&#8230;.?<br /><i>I Love Monday&#8230;.</i><br />Sudahkah anda menabung hari ini&#8230;? Sudah banyakkah tabungan kalian hari ini&#8230;? (hitung dulu deh&#8230;<i>how about at</i> <a href="https://www.paypal.com/row/mrb/pal=ZMJ98AUXUQEKL">paypal</a><i> too</i>&#8230;???). <b>Ayo Ke Bank</b>&#8230;! Ngapain&#8230;? <i>Manyun</i>&#8230;he&#8230;he..he&#8230;</p><p>Coba kalian perhatikan di hampir setiap gedung <b>Bank di Indonesia</b> selalu ada ada ajakan berupa <i>umbul-umbul</i> ajakan untuk menabung. Ngapain&#8230;? <i>Up to you laah&#8230;</i></p><p>Aku paling tidak setuju dengan ajakan &#8216;<i>katrok</i>&#8216; itu&#8230;atau karena mungkin aku orang anti bank&#8230;<i>nggak lah</i>! Ajakan itu terlalu membodohi masyarakat kita, atau memang masyarakat kita memang senang di bodohi&#8230;? <i>What ever said</i>&#8230;!<div class="fullpost">Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang masih tradisional, kebanyakan begitu, tetapi tak terlalu bodoh untuk menangkap sinyal adanya hal-hal yang berbau &#8216;membodohi&#8217; apalagi masyarakat di kota yang <i>notabene</i> sudah banyak mengenyam pendidikan tinggi. Masalahnya apa <i>sih&#8230;?</i></p><p>Menabung dalam pikiran kita, pasti sejak <b>Sekolah Dasar</b> sudah ditanamkan sebagai <b>&#8216;hemat pangkal kaya&#8217;</b>, kita akan mendapatkan keuntungan berupa bunga atas nilai tabungan kita. <i>Benar khan..?</i> Tapi tahukah, bahwa pihak Bank saat sekarang ini, semua Bank, telah memperlakukan perbedaan tingkat volume bunga untuk setiap nilai tabungan pada kisaran tertentu. </p><p>Nilai tabungan di bawah 5 juta rupiah hanya akan mendapatkan <b>bunga</b> sekitar 1,5 % saja! Itu belum dipotong pajak dan administrasi bank per-bulannya. Secara hitung kasar praktis, <i>karena aku bukan orang ekonomi</i>, bisa diambil kesimpulan bahwa dengan tabungan sebesar maksimal 5 juta rupiah pasti akan <b><i>nombok</i></b>! Atau nilai tabungan kita akan berkurang setiap bulannya tanpa ada transaksi apapun. Bahkan untuk Bank yang berkaliber besar, semakin besar potongan yang dikenakan untuk biaya administarasinya.</p><p>Dalam hitungan <b>Bank,</b> memang tabungan bernilai maksimal 5 juta rupiah merupakan <i>nilai kecil dan unstable</i> alias bisa sewaktu-waktu ditarik penabung. Beda dengan <b>deposito</b> yang berjangka hingga pihak<b> Bank</b> bisa memperhitungkan keuntungan yang didapat apabila disalurkan dalam bentuk kredit ke pihak ketiga. Karena nilai bunga (dalam persen) kredit pastinya jauh lebih besar daripada nilai deposito apalagi tabungan.</p><p>Kan ada hadiahnya..? <b>That&#8217;s gambling</b>! Bermimpilah untuk mandi <a href="http://www.ammadis.web.id/2009/04/hujan.html">hujan</a> uang&#8230;. </p><p>Kasarnya lagi, tentunya pihak Bank berusaha untuk mendapat keuntungan dengan memberikan bunga tabungan sebesar 1,5% dan bunga kredit pihak ketiga sebesar (yang ada sekarang) sekitar 12,5% &#8211; 14,5%. <i>Jauh khan&#8230;?</i></p><p>Jadi kalau punya uang maksimal 5 juta rupiah saja <i>mending</i> di tabung di celengan atau di bawah bantal <i>deh&#8230;</i>atau kalau memang mau berniat untuk menyimpan plus mendapatkan <i><b>keuntungan <strike>passive income</strike></b></i><strike>,</strike> kenapa tidak mencoba dengan <b><i>produk keuangan non bank</i></b>, misalnya <b>Reksadana</b> dan <b>Saham</b>.</p><p><b><i>Reksadana</i></b> merupakan pilihan sederhana yang aman dan menguntungkan meskipun tidak sebesar saham. Namun resikonya jauh lebih kecil. Banyak sudah broker terpercaya, biasanya bergandengan dengan pihak Bank, yang memperlakukan peraturan kepemilikan <b>Reksadana </b>dengan mudah dan modal kecil. </p><p><i>Bagaimana&#8230;? <br />Masih tertarik untuk menabung agar mendapatkan keuntungan..?Atau ada saran lain&#8230;?<br /></i></p><p><i>Did You Know&#8230;?</i><br />&#8220;Jadikan Bank sebagai perantara untuk transaksi bisnis yang dijalankan, itu jauh lebih aman dan bijaksana&#8221;</p><p></div>]]></content:encoded>
					<wfw:commentRss>http://ammadis.web.id/2009/04/menabung-atau-reksadana.html/feed</wfw:commentRss>
					<slash:comments>1</slash:comments>
				</item>
			</channel>
		</rss>
