Perkenalan dengan dunia saham Indonesia membuatku mempunyai wawasan baru tentang dunia pasar modal yang benar-benar baru buatku. Menarik sekali, karena investasi saham memberikan kesempatan yang sangat besar bagi setiap orang untuk menjadi investor pasar modal dengan modal yang tidak begitu besar, minimal Rp. 5 juta sudah bisa membeli saham di pasar modal melalui perusahaan sekuritas. Ada banyak perusahaan sekuritas (yang sekaligus menjadi broker saham bagi perusahaan-perusahaan Indonesia yang listing di pasar modal Indonesia). Kenapa harus investasi di saham…?
Ditinjau dari segi keuntungan secara finansial, investasi saham memberikan keuntungan yang lebih banyak dan lebih baik. Saham merupakan investasi yang likuid, dengan catatan bahwa saham-saham yang dibeli adalah saham yang berasal dari perusahaan yang mempunyai fundamental yang bagus. Ada juga saham-saham yang berasal dari perusahaan yang ‘kurang jelas’ ( lha, koq bisa listing di pasar modal yaaa…?) dan biasanya para broker personal atau trader yang sudah cukup lama bermain di pasar modal, menyebutnya dengan ‘saham gorengan’. Saham-saham model ini biasanya di kenali sebagai saham mempunyai pergerakan harga saham yang sangat fluktuatif (istilahnya : volatilitas tinggi tanpa sebab yang jelas) Hati-hati dengan saham model ini, bisa tidak balik modal, katanya….
Disamping itu, berinvestasi di saham memberikan kesempatan kepada investor untuk memperjualbelikan saham di pasar modal dengan mengambil keuntungan selisih jual dan beli. Maksudnya adalah kita mendapatkan keuntungan jika saham yang sudah kita beli pada harga tertentu dan kemudian hari kita jual dengan harga di atas harga beli kita. Transaksi semacam ini dapat langsung kita lakukan sendiri (melalui online trading) atau melalui broker. Untuk setiap kali transaksi, melalui broker personal atau kita sendiri, perusahaan sekuritas mengenakan fee transaksi, yang nilainya kecil saja dan berbeda pada setiap perusahaan sekuritas.
Ada hal yang cukup menarik dalam melakukan transaksi saham di Indonesia. Ternyata pola pembelian saham di Pasar Modal Indonesia itu berbeda dengan di Amerika Serikat, New York. Satuan saham (istilahnya : slots) di Indonesia berisi 500 lembar saham dan minimal pembeliannya adalah 1 slot. Nah, kalau di USA, orang bisa beli saham eceran, tak harus 1 slots.
Oh ya, selain bermain saham, satu hal lain yang kupelajari sewaktu ikut belajar Sekolah Pasar Modal kemarin itu, adalah bermain forex (foreign exchanger) atau kalau biasa kita kenal dengan : bermain valas. Entah kenapa ya, aku lebih nyaman dengan istilah ‘bermain’…bermain saham…bermain forex…Tapi ini bukan bermain yang biasa lho, harus serius…
Ternyata bermain forex itu jauh lebih menjanjikan dibandingkan bermain saham. Dalam persfektifku, bermain saham, bila modal besar, hasil investasinya lebih terlihat secara signifikan. Namun jika modal kecil, kita harus sabar untuk menunggu ‘tabungan saham’ kita menjadi banyak. Beda dengan bermain forex. Oh ya, orientasinya ini bukan investasi lho seperti halnya saham tapi online business. Kupikir, bermain forex merupakan real online business.
Saat ini, aku masih belajar bermain forex. Semakin hari semakin menarik dan…masih banyak loss-nya. Sistem trading forex yang ditawarkan banyak ragamnya dan, kata para master forex, sangat subjektif, tergantung pola trading dan psikologi para trader. Jika tak bagus memberikan manajemen psikologinya, maka bisnis forex merupakan ‘kuburan’ yang menyakitkan buat para trader. Weeh, ngeri juga. Jadi harus belajar…belajar terus…
Jadi, saham atau forex, keduanya bagus kan, tinggal kita yang harus memberikan manajemen diri yang baik dan siap mental untuk keduanya….
Bagaimana dengan kalian…?

