Sepulang kerja tadi siang, aku sangat tertarik dengan sebuah toko komputer baru yang buka tak jauh dari tempat kerja. Penampilan toko itu terlihat lumayan keren. Layaknya sebuah toko komputer yang bonafid. Umbul-umbul dan spanduk promo yang mengatasnamakan beberapa produk merk komputer dan laptop dipajang. Dan juga sebuiah spanduk yang berukuran luimayan besar, sangat menarik perhatianku, tentang layanan internet 3G/HSDPA dengan tawaran harga yang menarik, apalagi kalau bukan murah….bukan gratis lho…..Setelah masuk toko tersebut, aku disambut oleh 2 orang gadis penjaga toko tersebut. Cara bicaranya lancar. Masih muda. Ramah juga. Dengan maksud baik, kuutarakan maksudku untuk mendapatkan informasi singkat mengenai produk yang mereka tawarkan tersebut.
Tapi alangkah kecewanya aku mendapatkan jawaban mereka : TIDAK TAHU! Mereka menjawabnya cuma satu pertanyaanku saja, mereka ada jual produk itu. Setelah itu, pertanyaan lainnya : tidak tahu! Sungguh terlalu….
Bagaimana mungkin, mereka menjual produk dan tidak tahu sama sekali mengenai produk tersebut! Bahkan mereka belum dan tidak memakai produk layanan internet tersebut! OMG…! Sangat mengecewakan! Satu pertanyaan mudah saja, seperti berapa banyak kuota unlimited yang disediakan…? (biasa kan, provider internet di Indonesia kan, katanya unlimited bandwith, tapi tetap saja ada embel-embelnya…) jawabannya : 256 kbps…Hahhhhh???! Ni, orang jualan produk high tech….apa jualan pisang goreng sih…?!
Dengan rasa kecewa aku tinggalkan toko komputer mentereng itu!
Dalam dunia bisnis, mungkin inilah yang disebut sebagai contoh sales marketing yang buruk. Mereka menjual produk bertekhnologi namun tak sedikitpun tekhnologi dalam pikiran mereka. Yang ada cuma berjualan produk. Lantas, apa bedanya dengan penjual pisang goreng? Mending jualan pisang goreng saja, lebih sederhana tapi jauh lebih baik!

