<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" >
	<channel>
		<title>Share For Better &#187; kekerasn penis</title>
		<atom:link href="http://ammadis.web.id/tag/kekerasn-penis/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
		<link>http://ammadis.web.id</link>
		<description></description>
		<lastBuildDate>Thu, 05 Jan 2012 03:25:44 +0000</lastBuildDate>
		<language>en</language>
		<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
		<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
			<title>SEKS, ORGASME DAN EHS</title>
			<link>http://ammadis.web.id/2010/06/seks-orgasme-dan-ehs.html</link>
			<comments>http://ammadis.web.id/2010/06/seks-orgasme-dan-ehs.html#comments</comments>
			<pubDate>Sun, 27 Jun 2010 12:07:18 +0000</pubDate>
			<dc:creator>ammadiswebid</dc:creator>
			<category><![CDATA[Health]]></category>
			<category><![CDATA[Share]]></category>
			<category><![CDATA[Tips]]></category>
			<category><![CDATA[coitus]]></category>
			<category><![CDATA[EHS]]></category>
			<category><![CDATA[Erection Hardness Score (EHS)]]></category>
			<category><![CDATA[faktor yang mempengaruhi seks]]></category>
			<category><![CDATA[kekerasn penis]]></category>
			<category><![CDATA[kesenangan seks]]></category>
			<category><![CDATA[seks dan orgasme]]></category>
			<category><![CDATA[seks untuk kesehatan]]></category>
			<category><![CDATA[seputar seks]]></category>
			<category><![CDATA[tentang seks]]></category>
			<category><![CDATA[video porno]]></category>
			<guid isPermaLink="false">http://ammadis.web.id/?p=123</guid>
			<description><![CDATA[Bila kita menulis tentang seks, bukan berarti hanya tentang seputar seks dalam konotasi hal yang ke itu-itu saja atau berkaitan dengan kasus porno, misalnya seperti kasus video porno mirip Ariel, Luna Maya dan Cut Tari. By the way, bicaranya jadi ikut-ikutan kayak wartawan dan orang hukum saja yaa&#8230;mirip. Namun seks itu ditulis dalam konteks kebenaran, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bila kita menulis tentang seks, bukan berarti hanya tentang seputar seks dalam konotasi hal yang ke itu-itu saja atau berkaitan dengan kasus porno, misalnya seperti kasus video porno mirip Ariel, Luna Maya dan Cut Tari. By the way, bicaranya jadi ikut-ikutan kayak wartawan dan orang hukum saja yaa&#8230;mirip. Namun seks itu ditulis dalam konteks kebenaran, ditinjau dari sudut pandang keilmuan maupun kesehatan. Aku lebih suka menuliskan dari sudut pandang kesehatan. Karena implikasinya jelas untuk kesehatan, kesannya pragmatis. Maksudnya, tulisan kita bisa dipraktekkan dengan cara yang manusiawi dan bermanfaat untuk kesehatan kita. </p><p>Oke..? Seks selama ini identik dengan kegiatan manusia melakukan hubungan badan atau bahasa medisnya coitus, ngerti kan sekarang istilah ini&#8230;Namun bila ditinjau dari sudut pandang orang-orang yang berfilsafat&#8230;(sedikit tahu dan berbagi kan&#8230;) seks itu merupakan hal-hal yang membuat kita merasa orgasme (ini diartikan sebagai kesenangan, yang membuat senang, gembira) Jadi, bila kita melakukan kegiatan dalam kehidupan kita dan kita merasa senang (dapat diartikan sebagai orgasme&#8230;) maka itu adalah seks. And so&#8230;?<br />Seks dan orgasme itu saling berkaitan. Dalam coitus, banyak ahli memberikan opini yang berbeda namun intinya, kalau bisa kupahami, adalah banyak faktor yang terkait dengan orgasme dari seks. Maksudnya&#8230;? Terkadang kegiatan seks saja tidak cukup bila tanpa orgasme. Sementara orgasme itu sendiri tidak selalu ada pada kegiatan seks. Karena emosi, stress atau penyakit yang diidap seseorang.</p><p>Nah, Berkaitan dengan hal itu, secara fisik banyak juga dipengaruhi oleh kekerasan penis saat ereksi dan ejakulasi, istilahnya Erection Hardness. Para ahli memberikan skala/skor untuk keadaan ini dengan membuat test : <strong>Erection Hardness Score (EHS)</strong> yang merupakan tes mandiri dan tervalidasi serta menunjukkan kelas kekerasan ereksi dengan ukuran berskala 4. </p><p>1. Penis membesar tapi tidak mengeras. Ini termasuk dalam Disfungsi Ereksi Berat. Penis seperti tape. (Tersenyum kah&#8230;.?)</p><p>2. Penis mengeras namun tidak cukup keras untuk penetrasi,. Ini termasuk Disfungsi Ereksi Sedang. Penis seperti pisang.</p><p>3. Penis cukup keras penetrasi namun tidak sepenuhnya keras. Ini termasuk dalam Disfungsi Ereksi Ringan Suboptimal. Penis diibaratkan seperti sosis.</p><p>4. Penis keras seluruhnya dan tegang sepenuhnya. Penis diibaratkan seperti buah timun.</p><p>Dari penuturan di atas, di bagian manakah posisi anda? Para ahli memberikan penjelasan lanjut, bahwa kondisi ini tidak dapat sepenuhnya dipakai sebagai landsan untuk memvonis seorang laki-laki mengalami disfungsi ereksi tertentu. Bisa saja hari ini berada di skala 2 dan besok di skala 4 atau posisi skala lainnya. Ini dipengaruhi oleh banyak faktor lainnya, seperti yang disebutkan di bagian awal.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ammadis.web.id/2010/06/seks-orgasme-dan-ehs.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
